Posted by: pariwaraku | July 15, 2011

ABSTRAK

ABSTRAK

PENGERTIAN

Kata sari karangan  atau abstrak berasal dari bahasa latin abstractus yang berarti ”menarik diri” atau ”memisahkan”

Maizel; Smith; Singer

Ringkasan yang disajikan secara singkat dan jelas bagian yang memuat tujuan, cakupan/jangkauan dan temuan dari artikel asli

Collison

Suatu penyajian ringkas dalam bahasa si pengarang mengenai semua butir-butir yang pokok /utama dari dokumen asli

ANSI (American National Standard Institutes)

Penyajian isi dokumen secara singkat dan akurat tanpa menambahkan tafsiran atau ulasan dan tanpa membedakan siapa penulis abstrak tersebut.

Rowley (dalam bukunya Abstracting and Indexing)

Penyajian isi dokumen secara ringkas dan akurat dalam gaya yang sama dengan dokumen aslinya

Davis dan Rush

Astrak “A” adalah sebuah “Set” dari kalimat-kalimat “S” sedemikian rupa sehingga A= (S/S D). D ialah dokumen yang diabstrakkan.

Teori set ini menyatakan bahwa (A) ialah sebuah set kalimat-kalimat atau kumpulan kalimat-kalimat (S) yang merupakan anggota dari suatu dokumen asli. Definisi ini berlaku bagi suatu astrak-otomat (the auto-abstract), abstrak yang dibuat dengan cara memilih kalimat-kalimat dari artikel aslinya secara otomatis oleh computer yang telah deprogram untuk kerja ini.

Inti:

Sari karangan/abstrak adalah uraian singkat tetapi jelas yang mewakili isi dokumen

 

Faktor-faktor penyebab adanya abstrak/sari karangan

  1. Pertumbuhan majalah ilmiah: ilmuwan tidak mampu mengikuti perkembangan ilmunya untuk memenuhi kebutuhan informasinya
  2. Populasi ilmuwan: bertambahnya ilmuwan saat ini menyebabkan sarana Bantu berupa literature sekunder (majalah, abstrak, jurnal)
  3. Perkembangan IP: munculnya ilmu baru yang tidak dikenal sebelumnya, menyebabkan ilmu harus mengikuti berbagai bidang ilmu yang berkaitan dengan khusus. Abstrak berperan membantu perkembangan disiplin ilmu lain

 

Manfaat Abstrak

  1. Meningkatkan “current awareness”
  2. Menghemat waktu untuk membaca
  3. Mempermudah seleksi bahan pustaka
  4. Language barriers/kesenjangan bahasa
  5. Memudahkan penelusuran literature
  6. Memudahkan pembuatan bibliografi dan review

 

Tujuan pelayanan abstrak

  1. Memberitahukan kepada pengguna artikel-artikel baru yang mereka minati, membantu pengguna untuk selalu dapat mengikuti perkembangan ilmu bidangnya
  2. Mempercepat waktu dalam membaca artikel bidang ilmu yang diminati dengan membaca abstraknya dengan lebih cepat
  3. mengatasi penguasaan bahasa tertentu
  4. Alat untuk penelusuran surat
  5. Alat untuk membuat indeks

Untuk apa jasa layanan abstrak

  1. Jasa kesiapan informasi (current awarrenes service)
  2. Untuk mencatat apa yang sudah dipublikasikan, mencatat arsip atas sejarah perkembangan ilmu

Bahan yang diabstrak

  1. Memenuhi kebutuhan pembaca
  2. Baru/orisinil
  3. Berupa laporan akhir yang ditunjang oleh bukti-bukti hasil penelitian
  4. Penting dan sulit diperoleh/langka
  5. Makalah mengenai teori/tinjauan yang penting
  6. Diterbitkan oleh sumber yang dapat dipertanggungjawabkan
  7. Tercakup dalam bidang yang sudah ditentukan

 

Ciri-ciri abstrak yang baik

  1. Singkat, abstrak lebih singkat dari dokumen aslinya
  2. Akurat, abstrak harus dihindari dari kekeliruan dalam penulisan/isinya
  3. Harus jelas, mudah dibaca dengan kalimat yang mudah dipahami

 

Note:

Abstrak yang baik mengikuti asas jurnalistik: 5 W + 1 H

Who, What, Why, When, Where, How

+ 1H lagi: How many

Petunjuk pembuatan abstrak

  1. Dibutuhkan hal-hal yang penting
  2. Tulis secara singkat, padat dan jelas, tapi  mudah dipahami
  3. Lengkapi dengan referensi yang lengkap
  4. Pakailah istilah yang teknis sesuai dengan dokumen aslinya
  5. Angka tidak dieja
  6. Jangan menggunakan singkatan yang tidak lazim
  7. Gunakan garis bawah pada huruf kapital/tebal pada bagian kata yang penting apabila perlu

 

Kelompok pemakai abstrak

  1. Ilmuwan
  2. Pendidikan
  3. Pengacara
  4. Editor penulis ilmiah
  5. Manajer
  6. Ahli informasi
  7. Pustakawan
  8. Pengindeks

 

Abstraktor/pengabstrak

  1. Bisa sebagai pengarang, petugas penerangan, abstractor professional/seorang ahli di bidang perpustakaan
  2. Pengabstrak yang baik adalah pengarang buku itu sendiri karena mengetahui isi dokumen yang di abstrak, tetapi kenyataan tidak semua pengarang mampu membuat abstrak karena tidak terlatih
  3. Pengabstrak yang baik dan ideal adalah seorang subject specialist yang menguasai teknik mengabstrak yang baik dan memiliki kemampuan berbahasa asing serta memiliki pengetahuan yang luas. Hal ini akan memberikan nilai tambah pada dokumen yang diabstrak tersebut
  4. Terhadap abstrak ulasan: sejenis abstrak dimana pengabstrak tidak hanya menjelaskan isi dari artikel tentang mengevaluasi/menilai, memberi pendapat dan dapat pula menganalisa kerjanya

Penulis abstrak

    1. Author prepary abstractor

Kekurangan     : abstrak cenderung kepada selera pengarang

    1. Subject expert abstractor : mengkhususkan diri pada salah satu disiplin IP
    2. Profesional abstractor: mengkhususkan diri berkerja dalam bidang abstrak

Syarat pengabstrak

  1. Cerdas/intelegensi cukup tinggi
  2. Mengikuti perkembangan mutakhir dari bidang yang relevan
  3. Kemampuan membaca dan menulis cepat, cermat dan jelas
  4. Minimal menguasai salah satu bahasa asing
  5. Harus mampu menyingkatkan dengan tepat dan mempunyai imajinasi yang kuat
  6. Mempunyai kemampuan sendiri
  7. Memiliki pengetahuan tehadap bahan bacaan
  8. Memiliki kebiasaan rapi dan berencana/sistimatis

Pembuatan abstrak disesuaikan dengan tingkat kepentingan yang ingin dicapai. Ada 7 petunjuk yang bermanfaat untuk menetukan suatu dokumen dibuat abstrak

  1. Apakah dokumen berhubungan dengan kebutuhan/kepentingan pengguna
  2. Apakah dokumen sumbangan baru bagi ilmu yang dibahas
  3. Laporan akhir/lain yang didukung oleh metodologi yang sempurna dan bukti yang kuat
  4. Dokumen yang memuat informasi yang sulit di dapat seperti dokumen asing/luar negeri, laporan tertutup, memo dan dokumen yang rahasia dikalangan tertentu saja
  5. Laporan kemajuan dan review
  6. Dokumen yang memuat sumber informasi yang dapat dipercaya seperti informasi bagi para profesional dan jurnal teknik dengan reputasi yang baik
  7. Sumber informasi dalam jurnal khusus/laporan organisasi tertentu yang dibuat oleh agen pengabstrak

Ada 4 langkah prosedur membentuk abstrak

  1. Baca dokumen secara sekilas untuk mendaptkan pemahaman tentang isi dan cakupan dari dokumen tersebut. Seorang pengabstrak yang terlatih tidak membaca setiap kata tetapi memilih kata dari bagian dokumen. Paragraf awal biasanya berisi tentang pengantar sehingga dapat menolong pengabstrak yang tidak mempunyai pengetahuan khusus/pemahaman tentang subyek yang dibahas dalam datu dokumen
  2. Buat suatu catatan yang memuat poin-poin utama dalam dokumen, langkah 1 dan 2 saling melengkapi
  3. Buat suatu konsep dasar dari catatan yang dibuat pada langkah ke 2 dengan tidak terlalu banyak menggunakan ungkapan dari dokumen aslinya
  4. Periksa konsep dasar tersebut. Dalam hal kalimat, periksa pengucapan juga ketepatan. Ketepatan suatu yang mendasar terlepas dari kesalahan yang dibuat secara umum (memberi nama, rumus) setelah perbaikan/koreksi yang penting dilakukan edit konsep dan buat dalam gaya penyajiannya.

Hukum 3 R dalam penulisan abstrak

  1. Reading

Pengabstrak harus mampu membaca secara analitik:

    1. Membaca menemukan (retrieval); untuk menemukan bagian-bagian penting diantaranya mengenai maksud atau tujuan, metoda, hasil, kesimpulan atau saran, menggarisbawahi kata kunci dan memberi tanda penting pada saat membaca
    2. Membaca kreasi; membaca secara sistimatis bagian-bagian yang telah digarisbawahi dimaksudkan untuk mencerna kelompok demi kelompok sebagai bahan penulisan abstrak
    3. Membaca kritis; mengontrol kualitas abstrak yang akan ditulis, dan harus menghilangkan kata-kata yang tidak perlu/bermanfaat. Tahap ini berkaitan dengan proses peninjauan kembali dan mengedit abstrak.
  1. Rules

Peraturan yang dianjurkan dalam penulisan abstrak

    1. Kilaslah artikel dengan tujuan untuk mendaptkan kata-kata kunci
    2. Arahkan isi abstrak sesuai profesi pembaca
    3. Ceritakan apa yang ditemukan
    4. Ceritakan kenapa kerja tersebut dilaksanakan
    5. Tempatkan hasil pada permulaan kalimat
    6. Letakkan kata-kata umum pada bagian akhir
    7. Letakkan uraian terperinci pada bagian tengah
    8. Pisahkan subyek yang berdiri sendiri
    9. Bedakan sustu percobaab terhadap hipotesa
    10. Usahakan seinformatif mungkin tetapi tetap singkat
    11. Usahakan tetap seksama/tepat, ringkas dan tidak samar-samar (rancu)
    12. Pergunakan kalimat yang pendek dan lengkap
    13. Pergunakan kata-kata yang pendek, sederhana dan dikenal
    14. Hindarkan kata-kata yang tidak perlu
    15. Bila mungkin pergunakan ungkapan-ungkapan yang umum
    16. Perguanakan pernyataan langsung (kalimat aktif)
    17. Tulis kesimpulan dalam ”kalimat sekarang” (the present tense)
    18. Pergunakan singkatan secara hemat
    19. Hindarkan susunan kalimat yang kacau balau
    20. Kutip data-data secara lengkap

Hal-hal yang dihindarkan

a.   Mengubah pengertian dari artikel aslinya

b.   Memberikan komentas atau tafsiran terhadap artikel asli

c.   Menyebutkan kerja terdahulu yang telah pernah dikerjakan

d.   Menyertakan perincian hasil-hasil percobaan

e.   Menyebutkan secara terperinci peralatan yang konvensional

f.    Menyebutkan pekerjaan yang akan datang

g.   Memulai abstrak dengan sejumlah ungkapan-ungkapan yang berguna

h.   Menggunakan cara pengungkapan yang berbelit-belit

i.    Mempergunakan istilah-istilah khusus yang sulit dimengerti

j.    Menghamburkan kata-kata dengan menyebutkan hal-hal yang sudah nyata

k.   Mengulang sesuatu lebih dari satu kali

l.    Berlebihan dalam mempergunakan padanan kata

m.  Mempergunakan gaya bahasa yang kikuk atau seperti telegram

Aturan-aturan tersebut merupakan panduan untuk mempersiapkan abstrak yang baik yang berorientasi terhadap pembaca.

  1. Relationship

Hubungan kerjasama merupakan salah satu faktor penting sebagai penentu untuk menyukseskan layanan abstrak,  dengan cara membangun jaringan kerja hubungan profesi. Yaitu abstrak diulas oleh kelompok redaksi dan pengulas baik pada orgnisasi sponsor ataupun organisasi layanan abstrak.

Kriteria bahan yang diabstrak

Abstrak laporan hasil penelitian

  1. Tajam dan ruang lingkup penelitian
  2. Harus ada metoda, metode dan instrumen yang dipakai
  3. Hasil, menjelaskan tentang penemuan-penemuan yang dicapai
  4. Harus ada kesimpulan. Pernyataan tentang interpretasi dan pentingnya hasil yang dicapai

Abstrak ulasan bidang teknis bersifat:

  1. Informatif
  2. Isinya mencakup pengelolaan dan pengoperasian mesin dan peralatan
  3. Metoda pembuatan/perakitan perkakas
  4. Komposisi suatu campuran
  5. Proses, langkah, jenis reaksi dan persyaratan

Paten

Adalah pernyataan ringkas tentang teknis suatu penemuan dan harus menekankan bahwa penemuan tersebut baru dalam bidangnya.

GAYA BAHASA, ISI DAN FORMAT ABSTRAK

Abstrak yang dipersiapkan dengan matang memberikan kemungkinan kepada si pembaca untuk dapat mengidentifikasi isi dokumen secara cepat dan tepat dan mereka dapat mempertimbangkan apakah isi artikel bergayut atau tidak. Untuk itu abstrak hendaknya di tulis dalam gaya bahasa yang baik dan mengandung isi yang tepat serta format yang cocok.

Gaya bahasa

  1. Abstrak harus ditulis dengan tatabahasa yang baik dan ejaan yang benar
  2. Mulai abstrak dengan kalimat judul
  3. Tulislah dalam prosa yang mudah dan lancar dibaca, jangan ragu-ragu untuk memakai pernyataan yang langsung dan jelas
  4. Buatlah secara pasti, seksama, ringkas dan tidak mendua
  5. Kondensasikanlah, tetapi jangan membuat tafsiran pribadi terhadap kata-kata si pengarang
  6. Tetaplah konsekwen terhadap nada dan penekanan isi dengan artikel yang dibuat abstraknya. Bagian yang utama pada artikel, tetaplah menjadi bagian utama pula dari abstrak
  7. Pergunakan kalimat yang pendek tetapi dikombinasikan dengan kalimat yang panjang agar tidak membosankan
  8. Pergunakan kalimat lengkap
  9. Letakkan pernyataan umum bila  diperlukan menjelang akhir abstrak
  10. Sedapat-dapatnya, pergunakan kata kerja aktif
  11. Pergunakanlah kata-kata yang pendek, sederhana dan dikenal

Isi abstrak

Jenis informasi yang disajikan sebagai abstrak akan berbeda-beda tergantung jenis disiplin ilmunya. Apa yang dicantukan dan apa yang dibuang tergantung pada informasi terpakai yang diinginkan.

Telah disepakati bahwa abstrak harus mengandung judul utama, tujuan, metoda, hasil dan kesimpulan, uraian penunjang, temuan lainnya dsb. Menghindari kata-kata yang tidak perlu (pengungkapan gagasan, pengulangan hasil kerja).

Dapat pula hasil dan kesmipulan ditampilkan terdahulu, dan kemudian diikuti oleh uraian penunjang, temuan dan sebagainya.

Tujuan

Maksud dan tujuan dari artikel harus dicantumkan di dalam abstrak, kecuali bila telah tersirat jelas dalam judul artikel. Konsepsi dari maksud dan tujuan dapat dinyatkan dengan berbagai isilah sebagai berikut:

Cakupan penyelidikan……; tujuan….; maksud penelitian ini…..; apa yang dicari: pokok maslah: permasalahan…..; hipotesa dsb.

Metoda

Metoda ialah istilah untuk menyatkan ”cara, pendekatan atau perlakuan” yang bagaiman yang mengakibatkan diketemukannya suatu hasil dan bukan ”apa” yang dihasilkan. Jadi jelaskan dasar prinsip metodologi, cakupan operasi.

Hasil

Jelaskan hasil seringkas dan seinformatif mungkin. Hasil dapat merupakan produk percobaan atau bersifat teoritis, koleksi data, hubungan-hubungan dan korelasi, pengaruh-pengaruh yang diamati, hasil-hasil yang ada.

Kesimpulan

Bagian ini menjelaskan pengertian atau penafsiran dari hasil, apa maksud penyelidikan tersebut, mengapa hasil tersebut benar-benar bernilai atau menarik bagi peneliti dalam bidang yang sama dan bagaimana kaitan hasil tersebut dengan tujuan penyelidikan.

Kesimpulan dapat dilengkapi dengan rekomendasi, evaluasi, penerapan, saran, hubungan-hubungan baru dan hipotesa, gagasan, konsep, teori-teori yang diterima atau ditolak. Hasil dan kesimpulan dapat digabungkan dalam menyari dengan maksud untuk menghindarkan pleonasme (berlebih-lebihan).

Ada yang menyatakan bahwa

Tidak ada satupun gaya, isi dan cakupan yang tepat untuk semua sari, ketiganya harus disesuaikan dengan kondisi asli dokumen, penggunaan abstrak ditujukan lembaga pembuat abstrak, yang merupakan faktor pertama yang dibutuhkan dalam kaitannya dengan dokumen asli yang akan di abstrak.

Beberapa hal yang penting dalam kaitannya dengan hal diatas adalah sbb:

  1. Luas dan cakupan dokumen asli
  2. Subyek dari dokumen asli
  3. Bahasa dari dokumen asli
  4. Keberadaan dokumen asli
  5. Gaya dan penekanan yang dipergunakan pengarang

Aspek lain yang berpengaruh dalam kaitan dengan gaya, cakupan dan isi dokumen bersumber pada kegunaan dari abstrak tersebut dan kebutuhan pengguna akan abstrak. Dua hal utama yang penting adalah:

  1. Kebutuhan pengguna dan ketepatan abstrak tergantung pada bidang kerja yang dilakukan atau kemudahan dalam mendapatkan dokumen asli si perpustakaan dan pelayanan informasi
  2. Sari (abstrak) yang terencana/yang dihasilkan biasanya pendek/singkat (biasanya 80-100 kata) tetapi untuk abstrak yang dijadikan bahan referens, 400-500 kata dalam hal tertentu dapat dibenarkan.

Gaya, cakupan dan isi suatu abstrak ditentukan oleh lembaga yang membuat abstraknya, dan dipengaruhi oleh faktor-faktor:

  1. Karakteristik petugas yang menyari, seperti keahlian sebagai penyari, pengetahuan khusus (subject specialist) dan pekerjaan sehari-hari (pekerjaan utamanya)
  2. Anggaran keseluruhan yang tersedia untuk memproduksi abstrak, pertimbangan keuangan adalah faktor yang menentukan waktu yang dibutuhkan dan penyari yang dapat dipkerjakan
  3. Beberapa petunjuk pembuatan abstrak dibuat oleh agen atau jaringan pembuat abstrak yang menetapkan luas, cakupan dan isi dari suatu dokumen
  4. Kebutuhan atau tuntutan untuk menggunakan komputer dalam memproses atau mengindeks

Note: Pentujuk mengenai gaya dan penulisan isi haruslah fleksible untuk memberikan kebebasan pada abstraktor dalam membuat abstrak yang baik menurut caranya sendiri.

JENIS-JENIS ABSTRAK/SARI KARANGAN

  1. Abstrak Informatif

Merupakan abstrak yang terpenting, sangat umum dan sering dipakai . menyajikan sebanyak mungkin informasi kuantitatif dan kualitatif dari artikel aslinya.

-          Sari informasi: menyajikan hasil isi, kesimpulan dari artikel asli secara jelas dan abstrak harus pula menyajikan prinsip-prinsip/gagasan dan suatu hasil kerja

-          Abstrak informatif suatu penelitian harus mengandung informasi mengenai tujuan, metode, hasil kesmipulan dan saran. Abstrak informasi sebaiknya ditulis sesempurna mungkin sehingga pembaca tidak perlu merujuk pad artikel aslinya.

-          Abstrak harus memuat setiap fakta yang dikehendaki oleh pembaca tetapi harus dibuat sesempurna mungkin sehingga pembaca tidak perlu merujuk pada artikel aslinya

-          Abstrak harus memuat setiap fakta yang dikehendaki oleh pembaca tetapi harus dibuat sedemikian rupa, sehingga tidak mengganti artikel aslinya

-          Abstrak informatif ditujukan kepada pembaca yang tidak mempunyai akses terhadap artikel aslinya, dengan demikian layanan abstrak informatif ini akan mendukung pembaca menghemat waktunya tetapi dapat mengikuti perkembangan ilmu pada bidang minatnya

  1. Abstrak indikatif

Memberikan indikasi/memberitahukan isi dari suatu artikel yang diungkapkan dengan cara memberikan suatu pernyataan-pernyataan umum, gambaran/tinjauan secara luas dari suatu isi artikel asli

-          Abstrak indikatif pada hakekatnya merupakan petunjuk singkat tentang pokok isi karangan tanpa disertai informasi terperinci mengenai hasil dan tujuan, serta data kuantitiatf

-          Abstrak indikatif digunakan untuk monograf, karangan yang membicarakan inti teori materistik, laporan tanpa kesimpulan khusus (kumpulan data, laporan konferensi, laporan organisasi)

  1. Abstrak ulasan

Sejenis abstrak dimana pengabstrak tidak hanya menjelaskan isi dari artikel asli tetapi mengevaluasi/menilai, memberi pendapat dan dapat pula menganalisa kerjanya bahkan cara penyajiannya.

Abstrak ulasan dapat memberi komentar cakap/kurang memadainya suatu percobaan dan tinjauan atas metodologi. Dalam menulis abstrak ulasan, pengabstrak harus mampu memperkirakan latar belakang pengetahuan/tingkat kemampuan pembaca pemula/lanjutan

  1. Abstrak pokok

Yang ditulis dengan maksud untuk menarik perhatian pembaca terhadap suatu artikel. Abstrak pokok ditulis cukup sederhana, ringan tidak terlalu resmi. Abstrak pokok tidak mempunyai gambaran yang lengkap mengenai suatu artikel. Abstrak pokok dapat ditulis oleh pengarang/redaksi

  1. Abstrak terarah

Dalam abstrak ini satu artikel dapat dibuat lebih dari satu abstrak, ditujukan pada pada bidang-bidang tertentu

  1. Abstrak statistik/numerik

Menyajikan data dalam bentuk tabel/numerik lainnya. Umumnya dipergunakan untuk memproyeksikan kecenderungan penduduk, pasar, konsumsi dll. Dalam bidang sain jenis ini dipergunakan untuk menyajikan ikhtisar tabel suatu hasil kerja. Abstrak jenis ini rangkas dan mudah dibaca. Lebih obyektif daripada bentuk kata-kata, karena dalam bentuk statistik/numerik

ANOTASI

Pengertian

Dalam dunia perpustakaan sering kita mendengar istilah katalog beranotasi, daftar buku beranotasi, indeks artikel majalah beranotasi, atau indeks surat kabar beranotasi. Istilah-istilah tersebut merupakan hasil kegiatan pustakawan dalam pembuatan literatur sekunder dengan cara menyusun katalog dilengkapi dengan anotasi, dsb. Kegiatan tersebut intinya menyusun suatu anotasi dalam rangka memudahkan pemakai dalam menemukan informasi yang dibutuhkan.

Inti dari pada pengertian anotasi sama dengan abstrak yaitu ringkasan yang dibuat oleh pengrang atau orang lain tentang isi suatu karya baik berupa buku, artikel, maupun hasil karya lainnya, dengan jumlah kalimat tertentu, bisa dilengkapin dengan komentar atau kritik terhadap karya tersebut baik dari segi teks maupun ilustrasinya, atau hanya merupakan catatan ringkasan isi karangan.

Dari definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa anotasi mencakup hal-hal berikut:

    1. Ringkasan tentang isi suatu karangan atau sumber informasi baik berupa buku, artikel dsb
    2. Dibuat oleh pengarang itu sendiri atau orang lain (pustakawan, penerbit, editor dsb)
    3. Bisa dilengkapi dengan komentar atau kritik atau hanya merupakan catatan ringkas isi saja
    4. Jumlah kalimat sudah ditentukan

Aplikasi Anotasi di perpustakaan

Seiring dengan perkembangan informasi yang ada akan memberikan dampak yang sangat signifikan baik bagi pengelola informasi termasuk terpustakaan dan penggunanya. Informasi yang ada semakin bertambah baik dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk non cetak.  Kecenderungan ini menuntut mereka (pengelola informasi dan masyarakat) untuk lebih selektif memilih sumber informasi sesuai dengan tingkat kebutuhannya.

Dan pada prinsipnya aplikasi anotasi di perpustakaan untuk membantu pengguna perpustakaan, karena bila semua koleksi dan sumber informasi dilengkapi dengan anotasi, akan mempermudah pengguna dalam menemukan informasi yang dibutuhkannya secara tepat dan akurat, tanpa banyak waktu dan menguras pikiran. Dalam hal ini tidak berarti pengguna tidak membaca karangan lengkapnya, karena anotasi hanya sekedar mencamtukan inti dari isi karangan dengan harapan agar pemakai dapat memperoleh informasi yang tepat dari tumpukan informasi dari berbagai koleksi di perpustakaan.

 

Manfaat anotasi

Keberadaan anotasi di perpustakaan memberikan manfaat baik bagi pengguna maupun bagi pustakawan, diantaranya:

Bagi pengguna

  1. Mempermudah pemakai dalam menemukan informasi yang tepat dan sesuai
  2. efisiensi dalam tenaga dan waktu karena tidak perlu mengaduk-aduk semua koleksi yang ada di perpustakaan untuk mencari informasi yang diperlukan
  3. Efektif dalam hal pencarian data karena sudah memperoleh ringkasan isi dari data yang dicari
  4. Membantu pemakai untuk memutuskan pilihan informasi yang akan diambil untuk memmenuhi tugas maupun kebutuhannya
  5. Memberi gambaran kepada pemakai tentang informasi lain yang dapat dijadikan rujukan dalam mencari sumber informasi lainnya
  6. Memberi keleluasaan kepada pemakai untuk menemukan informasi secara lengkap dan akurat
  7. Membantu pemakai tentang perkembangan ilmu dari suatu bidang ilmu yang sedang dipelajarinya

Bagi pustakawan

  1. Mempermudah pustakawan dalam melakukan penelusuran informasi
  2. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang koleksi yang dilayankannya kepada masyarakat
  3. Membantu kataloger dalam menentukan subyek dari buku yang diolahnya
  4. Merupakan sarana promosi bagi pustakawan kepada pemakai tentang koleksi yang ad di perpustakaan
  5. Sebagai sarana temu kembali informasi yang sangat efektif
  6. Meningkatkan citra layanan perpustakaan
  7. Sebagai lahan bagi pustakawan dalam memperoleh tambahan angka kredit

JENIS-JENIS ANOTASI

  1. Anotasi dengan komentar

-          Anotasi dengan komentar merupakan jenis anotasi yang selain merupakan isi juga dilengkapi dengan komentar dari pembuat anotasi. Komentar tersebut bisa tentang isi karangan, bentuk karangan, bahasa, alur cerita, sistematikanya dan sasaran pembaca.

-          Jumlah baris kalimat 7-9 baris

-          Komentar bernada positif karena bertujuan untuk promosi suatu karangan

-          Dibuat di sampul bagian belakang

Contoh:

  1. Anotasi yang disusun oleh pengarang sendiri

LUBIS, Abu Bakar. Kilas Balik Revolusi: kenangan, Pelaku dan Saksi. Jakarta: UI-Press, a995: 376 hlm

Berisi rekaman pengalaman dan penilaian penulis terhadap sejarah revolusi kemerdekaan Indonesia sebagai pelaku meupun saksi sejarah. Dengan pengalaman baik dalam medan perjuangan di dalam maupun di luar negeri, memoar ini bukan hanya menyajikan kilas balik rangkaian kejadian dalam sejarah revolusi kita, tetapi juga memberikan gambaran tentang hubungan yang tak terpisahkan antara perjuangan bersenjata dan perjuangan diploma sebagai siasat untuk menegakkan perjuangan bersenjata dan perjuangan diplomasi sebagai siasat untu menegakkan Republik Indonesia. Alur cerita dalam buku ini sangat menarik, dengan bahasa yang sederhana dan sangat komunikatif. Buku ini sangat tepat sebagai bahan rujukan dalam penelitian sejarah

  1. Anotasi yang disusun oleh Penerbit

DANA, Jefry W. Ciri Perancangan Kota bandung. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1990: 141 hlm

Membahas beberapa perancangan yang dapat menjadi karakter visual khas dan artistik dalam penampilan suatu kota. Kota bandung dipakai sebagai obyek penelaahan karena merupakan sebuah kota yang pada awalnya direncanakan dengar, baik, memiliki keistimewaan terutama pada perwujudan ruang kota maupun bentuk-bentuk bangunan yang menarik. Buku ini sangat tepat untuk para arsitek maupun perancang kota, karena adanya konsep-konsep maupun kaidah yang menarik yang mengacuh kepada nilai-nilai setetika. Selain penelaahan teori dikaji dengan rinci, buku ini juga dilengkapi dengan gambar, sistem rancangan, dan contoh-contoh bangunan yang menarik dan spesifik

  1. Anotasi yang disusun oleh editor

KUHRE, W. Lee.; Editor Geertruida maya. Sertifikasi ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan. Jakarta: Prenhallindo, 1996: 369 hlm.

Isi menyajikan keseluruhan proses sertifikasi, mulai dari penilaian awal sampai ke audit eksternal. Dalam buku ini pembaca bisa mempelajari cara menganalisis dampak lingkungan bisnis, menetapkan kebijakan untuk melacak dan meminimasi limbah, mengelola staf dan vendor, mendokumentasikan usaha yang telah dilakukan baik internal maupun eksternal, membentuk rencana yang efektif, serta mengakses database dan sumberdaya lain. Apakah anda seorang manajer lingkungan, atau hanya ingin sekedar mengetahui cara ISO 14001, buku ini yang anda perlukan karena akan membantu anda memperoleh keunggulan kompetitif sekarang juga

  1. Anotasi dengan kritik (critical Anottation)

-          Merupakan jenis anotasi yang merangkum isi tetapi dilengkapi dengan kritik dari pembuat anotasi. Kritik bisa tentang isi karangan, bentuk karangan, bahasa, alur cerita dan sestimatikanya

-          Jumlah baris kalimat 7-9 baris

-          Diterapkan atau digunakan dalam menilai suatu karya dalam bentuk rangkuman isi karangan.

-          Komentar atau penilaiannya bisa positif bisa negatif bahkan bisa kedua-duanya, karena tujuannya memberikan kritik atau penilaian terhadap suatu karangan.

-          Biasanya disusun dalam kumpulan tersendiri sehingga menjadi suatu terbitan sekunder

misalnya : Tinjaun karya sastra angkatan 66 beranotasi yang isinya tentang rangkuman sari karangan dan penilaian atau kritik semua karya sastra pada jaman angkatan 66 dalam bentuk anotasi

Contoh:

MARTOWIJOYO, H. Mangil. Kesaksian tentang Bung Karno: 1945-1967. jakarta: grasindo, 1999: 520 hlm.

Mengungkap kesaksian seorang komandan Detasemen Kawal Pribadi Presiden Soekarno, ia bukan hanya menyaksikan melainkan juga ikut serta menghayati seluruh peristiwa bersejarah seperti kudeta 3 Juli 1946, peristiwa 17 Oktober 1952, percobaan pembunuhan presiden, pertemuan dengan Pak Marhaen, peristiwa G30S/PKI, dan kelahiran Supersemar. Isi buku ini sangat rinci dibahas per periode sejarah. Dari segi sistematika penulisan sangat runtut dengan alur cerita yang spesifik, tetapi sayang ilustrasi gambar dan foto terpisah dan ditempatkan di halaman belakang tanpa keterangan gambar. Buku ini akan lebih menarik jika disusun kembali per periode sejarah disertai dengan gambarnya.

  1. Anotasi dengan catatan isi karangan (note Anottation)

-          Merupakan anotasi yang hanya mencatat isi karangan tanpa komentar  atau kritik

-          Catatan isi karangan hanya menyebutkan inti pembahasan

-          Dalam karangan tersebut tanpa mengungkapkan bahasanya, sistematikanya, atau ilustrasinya

-          Jumlah baris kalimat 5-7 baris

-          Anotasi ini sreing diterapkan atau disusun untuk membuat anotasi koleksi perpustakaan dan bentuknya lebih ringkas

-          Anotasi ini bisa dibuat langsung pada kartu katalog (dibalik deskripsi katalog atau langsung di bawahnya), atau dalam satu buku menjadi suatu terbitan sekunder. Misalnya Daftar Buku Beranotasi, Indek Majalah Beranotasi dsb.

Contoh:

  1. Anotasi dari koleksi buku

BEENHAM, Rosemary. The Basic of Librarianship. London: Clive Bingley, 1990: 238 hlm.

Berisi tentang dasar-dasar kepustakawanan yang merupakan kegiatan sehari-hari di perpustakaan secara umum. Antara lain dibahas tentang fungsi dan tujuan perpustakaan, organisasi dan manajemen pustakawan, pengadaan bahan pustaka, katalogisasi dan pengindeksan, sumber informasi, kerjasama perpustakaan, selving bahan pustaka, layanan informasi dan teknologi informasi di perpustakaan

  1. Anotasi dari artikel majalah

PRINGGOADISURYO, Luwarsih. Meningkatkan Budaya membaca. Majalah Ikatan Pustakawan Indonesia. Vol. 1-4, 1991: hlm 30-41

Membaca belum merupakan kebiasaan yang kuat dalam masayrakat. Kebiasaan membaca masih harus terus menerus ditingkatkan melalui berbagai pendekatan. Antara lain, dengan cara membina perpustakaan umum dan perpustakaan sekolah., serta meningkatkan profesionalisme tenaga pustakawan. Baik perpustakaan maupun pustakawan harus selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi modern dan tuntutan masayrakat

  1. Anotasi dari artikel surat kabar

PENJAGAAN atas keselamatan Presiden Soekarno. Terompet masayrakat; 11 Februsri 1958: halm 1

Memuat berita tentang kunjungan Presiden Soekarno di Jepang. Penjagaan terhadap keselamatan Prsiden Soekarno dilipatgandakan oleh pemerintah Jepang, ketika belaui tiba di Tokyo, karena menurut berita Vence samuel salah seorang Opsir pemberontak dari Sulawesi Utara sedang berada di Tokyo untuk mengadakan perundingan dengan Presiden Soekarno tentang pembelian senjata.

  1. Anotasi dari koleksi Mikrofilm

RANTAI kecintaan (bnetuk mikro),-Th. I, No. 2 (15 Juni 1937) – th 2, no. 3 (Sept. 1938),- Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 1994

Berisi surat kabar dengan judul Rantai kecintaan dengan tahun terbit 1937-1938. Diterbitkan atas prakarsa perkumpulan isteri pejabat Belanda di Hindia Neserland (Indonesia) dalam bahasa Melayu dan bahasa Belanda. Terbit sebulan sekali memuat artikel tentang masalah sosial, kewanitaan, dan bunga rampai kehidupan keluarga. Surat kabar ini diterbitkan di Bandung oleh Preanger Post, dengan jumlah 8 halaman

 

KERANGKA ANOTASI

Setiap jenis anotasi baik anotasi dengan komentar, anotasi dengan kritik, atau anotasi berupa tambahan catatan isi mempunyai kerangka yang sama yaitu terdiri dari 2 bagian:

  1. bagian referens, yang memuat data bibliografi dari koleksi yang dibuat anotasi. Data bibliografi untuk koleksi buku, berbeda dengan artikel majalah, surat kabar, atau mikrofilm.
  2. bagian isi atau batang tubuh anotasi yang memuat informasi tentang ringkasan sari karangan, baik dilengkapi komentar atau kritik maupun berupa catatan isi

PERSYARATAN PENYUSUN ANOTASI

  1. Menguasai bahasa yang digunakan dalam koleksi yang akan dibuatkan anotasi
    1. Mampu menuangkan isi suatu artikel ke dalam bentuk anotasi yang benar, ringkas dan jelas
    2. Menggunakan bahasa yang sederhana, sehingga mudah dimengerti dan tidak menimbulkan salah tafsir
    3. Penulisan anotasi harus taat asas, baik dalam pemakaian istilah, pemakaian tanda baca dan sebagainya harus menurut peraturan yang telah dibakukan
    4. Mampu menuangkan informasi yang benar-benar mewakili informasi yang disajikan oleh pengarang, tanpa merubah arti
    5. Menguasai teknik penyusunan anotasi (Menggunakan kalimat dan susunan kalimat yang ringkas, namun tidak   menghilangkan informasi atau data yang perlu disampaikan)

RESENSI

Sebuah majalah atau surat kabar kita sering menjumpai adanya resensi buku. Resensi buku sering pula disebut dengan istilah tinjauan buku, ulasan dari sebuah buku, penilaian buku atau timbangan buku.

Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas.

Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Yang akan kita bahas pada buku ini adalah resensi buku. Resensi buku adalah ulasan sebuah buku yang di dalamnya terdapat data-data buku, sinopsis buku, bahasan buku, atau kritikan terhadap buku.

Pada prinsipnya secara definitif resensi buku merupakan suatu tulisan khusus yang mengulas isi suatu buku baru yang dilakukan bukan oleh pengarangnya dilengkapi dengan komentar atau kritik dari pembuat resensi, dengan tujuan untuk promosi atau untuk kegiatan pendukung penelitian serta untuk meningkatkan mutu dari isi buku tersebut.

Jenis Resensi:

1.   Informatif

Maksudnya isi dari resensi hanya secara singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku

2.   Deskriptif

Maksudnya ulasan bersifat detail pada tiap bagian/bab

3.   Kritis

Maksudnya resensi berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan obyektif dalam menilai isi buku

Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku. Bisa jadi resensi jenis informatif namun memuat analisa deskripsi dan kritis. Alhasil, ketiganya bisa diterapkan bersamaan.

Unsur-unsur Resensi

Daniel Samad (1997: 7-8) menyebutkan unsur-unsur resensi adalah sebagai berikut:

1.   Membuat judul resensi

Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidak harus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.

2.   Menyusun data buku

Data buku biasanya disusun sebagai berikut:

  •  judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian,    tuliskan judul aslinya.);
  • pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera pada buku.);
  • penerbit;
  • tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);
  • tebal buku;
  • harga buku (jika diperlukan).

3.   Membuat pembukaan
Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:

  • memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh;
  •  membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain;
  • memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;
  • memaparkan keunikan buku;
  • merumuskan tema buku;
  • mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;
  • mengungkapkan kesan terhadap buku;
  • memperkenalkan penerbit;
  • mengajukan pertanyaan;
  • membuka dialog.

4.   Tubuh atau isi pernyataan resensi buku
Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:

  • sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;
  • ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;
  • keunggulan buku;
  • kelemahan buku;
  • rumusan kerangka buku;
  • tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);
  • adanya kesalahan cetak.

5.   Penutup resensi buku
Bagian penutup, biasanya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa

  • tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);
  • tebal buku;
  • harga buku (jika diperlukan).

Pembuat resensi

  1. Memahami seluruh isi buku
  2. Mampu merangkai dari bab ke bab samapi isi buku tersebut dapat dipahami secara keseluruhan
  3. Mampu mengungkapkan kekurangan dan kelebihan isi buku baik dari dari segi sistematika, bahasa, urutan bab, bahasa, fisik buku, cetakan dan teknis lainnya
  4. Mampu merangkum isi buku dalam jumlah halaman yang terbatas tanpa mengurangi makna dan isi yang terseirat dalam buku

Manfaat

Dengan menyusun suatu kumpulan resensi buku terbaru di perpustakaan dalam satu bendel, akan membantu pemakai dalam mencari informasi yang dibutuhkannya.

PERSAMAAN ABSTRAK, ANOTASI DAN RESENSI

Dari pengertian dan definisi tentang anotasi, abstrak dan resensi dapat disimpulkan persamaan antara abstrak, anotasi dan resensi adalah:

  1. Ketiganya merupakan bentuk literatur sekunder yang merangkum dan mengungkapkan isi atau sari karangan
  2. Ketiganya berfungsi mempermudah dalam penelusuran informasi
  3. Ketiganya mempunyai aturan dalam penyusunannya baik dalam jumlah kata atau baris kalimat maupun sistematika penulisannya
  4. Ketiganya harus dibuat oleh seseorang yang menguasai bidang spesialisasi, bahasa, dan dalam teknik penyusunannya
  5. Ketiganya merupakan sarana untuk mempercepat dalam pencarian informasi oleh pemakai

 

PERBEDAAN ANOTASI, ABSTRAK DAN RESENSI

No ABSTRAK ANOTASI RESENSI
1 Berbentuk laporan penelitian, makalah, artikel majalah ilmiah Digunakan dalam setiap koleksi baik buku, artikel majalah, surat kabar, atau karya rekam lainnya Digunakan dalam buku terbitan baru
2 Jumlah kata atau baris kalimat lebih panjang dari anotasi Jumlah kata atau baris kalimat lebih pendek dari abstrak dan resensi Jumlah kata atau baris kalimat lebih panjang dari abotasi dan abstrak
3 Kadang-kadang dicantumkan kata kunci Tidak dicantumkan kata kunci Tidak dicantumkan kata kunci
4 Tidak perlu mencantumkan komentar, ulasan, dan kritik tetapi berdasarkan fakta Tidak selalu harus dilengkapi dengan komentar atau kritik singkat Perlu mencantumkan komentar, ulasan, dan kritik tentang karangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: