Posted by: pariwaraku | September 19, 2011

HIJAUKAN AREA RUMAH

Hobi bercocok tanam banyak diyakini bermanfaat mengusir stres dan menghilangkan rasa suntuk. Yang dimaksud dengan hobi ini adalah bukan dalam konteks kegiatan pertanian, melainkan kegiatan yang memanfaatkan lahan kosong di halaman, dinding, dan atap rumah.

Di sisi lain, dari bercocok tanam mampu mempercantik rumah anda dengan nuansa hijau segar dari variasi tanaman. Kini, kegiatan ini tak hanya menjadi milik orang tua, namun anak muda pun banyak yang menggiati.

Anda tidak usah membayangkan bahwa hobi bercocok tanam identik dengan mengoleksi tanaman hias berharga mahal. Pasalnya, anda bisa menyiasatinya dengan tanaman buah yang ditanam di pot (berskala mini), tanaman bunga, sayur, atau tanaman hias yang menjadi pilihan menarik yang terjangkau kocek.

Hobi satu ini pun terbilang cukup simpel dan tidak merepotkan. Pasalnya kini, beragam pupuk olahan instan dan media tanam banyak di jual di pedagang tanaman. Anda tinggal menyesuaikan dengan selera dan lahan apakah hendak menanam langsung di tanah, memakai pot, atau dengan cara merambat di dinding, pagar, dan atap rumah.

Yang patut diingat, anda jangan hanya tergiur warna dan keindahan tanaman semata. Sebaiknya anda tahu betul cara perawatannya, kebutuhan air dan pupuk, dan kemampuan si tanaman beradaptasi di iklim tropis. Oleh karena itu, jangan segan-segan untuk bertanya kepada si penjual tanaman.

Sebagai contoh tanaman yang tahan dalam kondisi kering seperti aloevera, adenium, dan teh-tehan. Sebagai penutup tanah, anda bisa mencoba menggunakan rumput gajah mini.

Meskipun hobi ini cukup simpel, bukan berarti anda mengabaikan proses perawatannya. Misalnya saja, rajin menyiram dan menyianginya, serta mencabut gulma yang kerap menumpang tanaman pot anda.

Khusus untuk menyiram, saat di musim kemarau, lakukan secara rutin sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Pasalnya, pada kedua waktu tersebut, tanaman membutuhkan asupan untuk berkembang paling banyak di banding waktu lainnya. Sedangkan pada musim hujan, cukup lakukan penyiraman hanya ketika tanah mulai terlihat mengering.

Untuk mendapatkan informasi lengkap tentang teknik penanaman, anda bisa menemukannya di majalah atau buku bahkan internet yang berisi tips bercocok tanam. Jadi tak perlu ragu untuk memulai hobi seru tersebut. Siapa tahu dari sekedar hobi justru bisa meraih peluang bisnis.

Sumber: Kompas, Senin, 19 September 2011

 

Posted by: pariwaraku | September 19, 2011

…….JADILAH DIRIMU SENDIRI

Aku menyanyangimu bukan karena apa yang ada pada dirimu, tetapi karena sesuatu yang kurasakan jika aku bersamamu. Aku menyanyangimu tidak hanya karena apa yang telah kamu perbuat untuk dirimu, tetapi apa yang selama ini telah begitu banyak kamu lakukan untuk diriku.

Aku menyanyangimu karena kamu telah berbuat begitu banyak, melebihi suatu keyakinan yang dapat membuat diriku menjadi baik, dan melebihi nasib yang telah membahagiakanku. Kamu melakukannya tanpa menyentuhnya, tanpa kata, tanpa suatu tanda. Kamu melakukannya dengan menjadi dirimu sendiri. Mungkin itulah arti menjadi seorang sahabat sejati, selamanya.

Posted by: pariwaraku | September 9, 2011

KEPULAUAN TOGEAN YANG MEMIKAT

Wilayah perairan yang luas membuat negeri ini sepatutnya bersyukur atas kekayaan laut yang begitu melimpah. Bukan cuma itu, fakta tersebut juga berarti bahwa Indonesia memiliki potensi wisata bahari yang begitu besar untuk digarap.

Di Sulawesi saja, kita mengenal Bunaken di Sulawesi Utara dan Wakatobi di Sulawesi Tenggara yang menjadi contoh tempat yang menawarkan pemandangan serta pengalaman wisata yang berkesan. Selain itu, masih ada tempat lain yang tak kalah menarik. Sebut saja Kepulauan Togean di Sulawesi Tengah. Tepat berada di tengah Teluk Tomini, Kepulauan Togean menjanjikan sebuah cinta pada pandangan pertama pada keindahan pulau-pulau karang di kawasan tersebut.

Ada tujuh pulau besar di kepulauan tersebut, yaitu: Pulau Batudaka, Talatakoh, Waleakodi, Waleabahi, Una-una, Lawangke, dan Togean. Sementara itu, pulau-pulau kecil diantaranya adalah Kadidiri, Tanjung Keramat, Dolong, Wakai, Kabalutan, Katupat, dan Papan. Secara keseluruhan, ada lebih dari 60 pulau besar dan kecil di Togean, dan secara administratif, pulau-pulau tersebut masuk dalam wilayah Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah.

Kepulauan Togean juga memiliki keanekaragaman biota laut dan terumbu karang yang tidak hanya indah, tetapi juga langka dan endemik. Hisil Marine Rapid Assessment Program (RAP), misalnya, mencatat 262 spesies karang yang tergolong ke dalam 19 familia pada 25 titik terumbu karang yang tersebar di Kepulauan Togean.

Marine RAP juga mencatat adanya jenis karang endemik Togean, yaitu Accropora togeanensis, di 11 titik pengamatan terumbu karang. Ada pula enam jenis karang baru yang ditemukan di kepulauan ini, masing-masing satu jenis dari genus Acropora, Porites, leptoseris, Echinophyllia, dan dua jenis dari genus Galaxea.

Sementara itu, jenis ikan terumbu karang tercatat mencapai 596 spesies yang termasuk dalam 62 familia. Jenis Paracheilinus togeanensis dan Ecsenius sp diduga kuat merupakan endemik yang hanya bisa ditemukan di Kepulauan Togean. (Kompas, 16 Agustus 2011)

Di sisi lain, Kepulauan Togean disebut-sebut sebagai satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki tiga lingkungan karang yang berbeda pada satu kawasan yang sama. Lingkungan karang tersebut adalah karang atol, karang barier, dan karang pantai yang semua menjadi habitat dari flora dan fauna laut.

Sumber: Kompas, Jumat, 9 September 2011

 

Posted by: pariwaraku | September 8, 2011

TENTANG PENELITIAN

Penelitian dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis penelitian, misalnya:

Penelitian kualitatif (termasuk penelitian historis dan deskriptif)adalah penelitian yang tidak menggunakan model-model matematik, statistik atau komputer. Proses penelitian dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan dalam penelitian. Asumsi dan aturan berpikir tersebut selanjutnya diterapkan secara sistematis dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan penjelasan dan argumentasi. Dalam penelitian kualitatif informasi yang dikumpulkan dan diolah harus tetap obyektif dan tidak dipengaruhi oleh pendapat peneliti sendiri. Penelitian kualitatif banyak diterapkan dalam penelitian historis atau deskriptif.

Penelitian historis menerapkan metode pemecahan yang ilmiah dengan pendekatan historis. Proses penelitiannya meliputi pengumpulan dan penafsiran fenomena yang terjadi di masa lampau untuk menemukan generalisasi yang berguna untuk memahami, meramalkan atau mengendalikan fenomena atau kelompok fenomena. Penelitian jenis ini kadang-kadang disebut juga penelitian dokumenter karena acuan yang dipakai dalam penelitian ini pada umumnya berupa dokumen. Penelitian historis dapat bersifat komparatif, yakni menunjukkan hubungan dari beberapa fenomena yang sejenis dengan menunjukkan persamaan dan perbedaan; bibliografis, yakni memberikan gambaran menyeluruh tentang pendapat atau pemikiran para ahli pada suatu bidang tertentu dengan menghimpun dokumen-dokumen tentang hal tersebut : atau biografis, yakni memberikan pengertian yang luas tentang suatu subyek, sifat dan watak pribadi subyek, pengaruh yang diterima oleh subyek itu dalam masa pembentukan pribadinya serta nilai subyek itu terhadap perkembangan suatu aspek kehidupan.

Penelitian deskriptif adalah penelitian tentang fenomena yang terjadi pada masa sekarang. Prosesnya berupa pengumpulan dan penyusunan data, serta analisis dan penafsiran data tersebut. Penelitian deskriptif dapat bersifat komparatif dengan membandingkan persamaan dan perbedaan fenomena tertentu; analitis kualitatif untuk menjelaskan fenomena dengan aturan berpikir ilmiah yang diterapkan secara sistematis tanpa menggunakan model kuantitatif; atau normatif dengan mengadakan klasifikasi, penilaian standar norma, hubungan dan kedudukan suatu unsur dengan unsur lain.

Penelitian teoritis adalah penelitian yang hanya menggunakan penalaran semata untuk memperoleh kesimpulan penelitian. Proses penelitian dapat dimulai dengan menyusun asumsi dan logika berpikir. Dari asumsi dan logika tersebut disusun praduga (konjektur). Praduga dibuktikan atau dijelaskan menjadi tesis dengan jalan menerapkan secara sistematis asumsi dan logika. Salah satu bentuk penerapan asumsi dan logika untuk membentuk konsep guna memecahkan soal adalah membentuk model kuantitatif. Dalam beberapa penelitian teoritis tidak diadakan pengumpulan data.

Penelitian ekperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan menciptakan fenomena pada kondisi terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan sebab-akibat dan pengaruh faktor-faktor pada kondisi tertentu. Dalam bentuk yang paling sederhana, pendekatan eksperimental ini berusaha untuk menjelaskan, mengendalikan dan meramalkan fenomena seteliti mungkin. Dalam penelitian eksperimental banyak digunakan model kuantitatif.

Penelitian rekayasa (termasuk penelitian perangkat lunak) adalah penelitian yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi suatu rancangan guna mendapatkan kinerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Rancangan tersebut merupakan sintesis unsur-unsur rancangan yang dipadukan dengan metode ilmiah menjadi suatu model yang memenuhi spesifikasi tertentu. Penelitian diarahkan untuk membuktikan bahwa rancangan tersebut memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Penelitian berawal dari menentukan spesifikasi rancangan yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan, memilih alternatif yang terbaik, dan membuktikan bahwa rancangan yang dipilih dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan secara efisiensi, efektif dan dengan biaya yang murah. Penelitian perangkat lunak komputer dapat digolongkan dalam penelitian rekayasa.

 

Dalam melakukan riset kita perlu mengelompokkan topik-topik dalam berbagai kategori. Beberapa kategori riset antara lain :

Astronomi Mempelajari sistem energi matahari, bintang-bintang dan alam semesta

Biologi Mempelajari tentang mahluk hidup

  1. Botani Mempelajari tumbuh-tumbuhan dan cara hidup tumbuh-tumbuhan. Sub topiknya meliputi: – Anatomi: Mempelajari struktur tanaman, seperti sel dan struktur bibit tanaman – Perilaku: Mempelajari tingkah laku yang merubah hubungan antara tanaman dan lingkungannya. – Fisiologi : Mempelajari proses kehidupan tanaman, seperti perambatan, perkecambahan, dan transportasi makanan
  2. Zoologi Mempelajari hewan dan cara hidupnya – Anatomi : Mempelajari struktur dan fungsi bagian tubuh hewan, termasuk penglihatan dan pendengaran – Perilaku : Mempelajari tingkah lagu yang mempengaruhi hubungan antara hewan dan lingkungannya – Fisiologi: Mempelajari proses kehidupan hewan, seperti pergantian kulit, metamorfosis, pencernaan, perkembangbiakan dan sirkulasi
  3. Ekologi Mempelajari hubungan mahluk hidup dengan mahluk hidup lainnya dan lingkungannya
  4. Mikrobiologi Mempelajari mahluk hidup yang sangat kecil atau bagian-bagian dari mahluk hidup

Ilmu Bumi Mempelajari tentang bumi

  1. Geologi Mempelajari bumi, termasuk komposisi lapisan bumi, kerak bumi, dan sejarah bumi – Fosil: Sisa-sisa atau jejak-jejak dari kehidupan pra sejarah yang terbentuk dalam kerak bumi – Mineralogi: Mempelajari komposisi dan formasi mineral-mineral – Batuan: Zat padat yang terbentuk dari satu atau lebih mineral – Seismologi: Mempelajari tentang gempa bumi – Volkanologi Mempelajari tentang gunung api
  2. Meterologi Mempelajari cuaca, iklim, dan atmosfer bumi
  3. Oseonografi Mempelajari tentang organisme samudra dan laut
  4. Palaentologi Mempelajari bentuk kehidupan pra sejarah

Teknik : Aplikasi ilmu pengetahuan ilmiah

Ilmu eksakta Mempelajari zat dan Energi

  1. Kimia Mempelajari material dari zat-zat yang terbentuk dan bagaimana berubah dan menyatu
  2. Fisika Mempelajari bentuk-bentuk energi dan hukum-hukum gerak – Listrik: Bentuk energi akibat adanya dan bergeraknya muatan listrik – Energi: Kemampuan untuk melakukan kerja – Gaya berat: Gaya tarik antara dua benda; gaya yang menarik benda ke bumi – Mesin: Alat-alat yang membuat pekerjaan menjadi lebih mudah – Gaya magnet: Gaya tarik atau gaya tolak antar kutub magnet, dan gaya tarik yang dimiliki magnet terhadap benda-benda yang bersifat magnet

Matematika Penggunaan angka-angka dan simbol-simbol untuk mempelajari kuantitas dan rumus-rumus.

Sumber: Berbagai sumber

 

Posted by: pariwaraku | September 8, 2011

Si Lancang (Cerita Rakyat dari Riau)

Konon, pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang wanita miskin dengan anak laki-lakinya yang bernama si Lancang. Mereka berdua tinggal di sebuah gubuk reot di sebuah negeri bernama Kampar. Ayah si Lancang sudah lama meninggal dunia. Emak Lancang bekerja menggarap ladang orang lain, sedangkan si Lancang menggembalakan ternak tetangganya.

Pada suatu hari, si Lancang betul-betul mengalami puncak kejenuhan. Ia sudah bosan hidup miskin. Ia ingin bekerja dan mengumpulkan uang agar kelak menjadi orang kaya. Akhirnya ia pun meminta izin emaknya untuk pergi merantau ke negeri orang. “Emak, Lancang sudah tidak tahan lagi hidup miskin. Lancang ingin pergi merantau, Mak!” mohon si Lancang kepada emaknya. Walaupun berat hati, akhirnya emaknya mengizinkan si Lancang pergi. “Baiklah, Lancang. Kau boleh merantau, tetapi jangan lupakan emakmu. Jika nanti kau sudah menjadi kaya, segeralah pulang,” jawab Emak Lancang mengizinkan.

Mendengar jawaban dari emaknya, si Lancang meloncat-loncat kegirangan. Ia sudah membayangkan dirinya akan menjadi orang kaya raya di kampungnya. Ia tidak akan lagi bekerja sebagai pengembala ternak yang membosankan itu. Emak Lancang hanya terpaku melihat si Lancang meloncat-loncat. Ia ia tampaknya sedih sekali akan ditinggal oleh anak satu-satunya. Melihat ibunya sedih, si Lancang pun berhenti meloncat-lonta, lalu mendekati emaknya dan memeluknya. “Janganlah bersedih, Mak. Lancang tidak akan melupakan emak di sini. Jika nanti sudah kaya, Lancang pasti pulang Mak,” kata si Lancang menghibur emaknya. Emaknya pun menjadi terharu mendengar ucapan dan janji si Lancang, dan hatinya pun jadi tenang. Lalu si Emak berkata, “Baiklah Nak! Besok pagi-pagi sekali kamu boleh berangkat. Nanti malam Mak akan membuatkan lumping dodak untuk kamu makan di dalam perjalanan nanti.”

Keesokan harinya, si Lancang pergi meninggalkan kampung halamannya. Emaknya membekalinya beberapa bungkus lumping dodak makanan kesukaan si Lancang.

Bertahun-tahun sudah si Lancang di rantauan. Akhirnya ia pun menjadi seorang pedagang kaya. Ia memiliki berpuluh-puluh kapal dagang dan ratusan anak buah. Istri-istrinya pun cantik-cantik dan semua berasal dari keluarga kaya pula. Sementara itu, nun jauh di kampung halamannya, emak si Lancang hidup miskin seorang diri.

Suatu hari si Lancang berkata kepada istri-istrinya berlayar bahwa dia akan mengajak mereka berlayar ke Andalas. Istri-istrinya pun sangat senang. “Kakanda, bolehkah kami membawa perbekalan yang banyak?” tanya salah seorang istri Lancang. “Iya…Kakanda, kami hendak berpesta pora di atas kapal,” tambah istri Lancang yang lainnya. Si Lancang pun mengambulkan permintaan istri-istrinya tersebut. “Wahai istri-istriku! Bawalah perbekalan sesuka kalian,” jawab si Lancang. Mendengar jawaban dari si Lancang, mereka pun membawa segala macam perbekalan, mulai dari makanan hingga alat musik untuk berpesta di atas kapal. Mereka juga membawa kain sutra dan aneka perhiasan emas dan perak untuk digelar di atas kapal agar kesan kemewahan dan kekayaan si Lancang semakin tampak.

Sejak berangkat dari pelabuhan, seluruh penumpang kapal si Lancang berpesta pora. Mereka bermain musik, bernyanyi, dan menari di sepanjang pelayaran. Hingga akhirnya kapal si Lancang yang megah merapat di Sungai Kampar, kampung halaman si Lancang. “Hai …! Kita sudah sampai …!” teriak seorang anak buah kapal.

Penduduk di sekitar Sungai Kampar berdatangan melihat kapal megah si Lancang. Rupanya sebagian dari mereka masih mengenal wajah si Lancang. “Wah, si Lancang rupanya! Dia sudah jadi orang kaya,” kata guru mengaji si Lancang. “Megah sekali kapalnya. Syukurlah kalau dia masih ingat kampung halamannya ini,” kata teman si Lancang sewaktu kecil. Dia lalu memberitahukan kedatangan si Lancang kepada emak si Lancang yang sedang terbaring sakit di gubuknya.

Betapa senangnya hati emak si Lancang saat mendengar kabar anaknya datang. “Oh, akhirnya pulang juga si Lancang,” seru emaknya dengan gembira. Dengan perasaan terharu, dia bergegas bangkit dari tidurnya, tak peduli meski sedang sakit. Dengan pakaian yang sudah compang-camping, dia berjalan tertatih-tatih untuk menyambut anak satu-satunya di pelabuhan.

Sesampainya di pelabuhan, emak si Lancang hampir tidak percaya melihat kemegahan kapal si Lancang anaknya. Dia tidak sabar lagi ingin berjumpa dengan anak satu-satunya itu. Dengan memberanikan diri, dia mencoba naik ke geladak kapal mewahnya si Lancang. Saat hendak melangkah naik ke geladak kapal, tiba-tiba anak buah si Lancang menghalanginya. “Hai perempuan jelek! Jangan naik ke kapal ini. Pergi dari sini!” usir seorang anak buah kapal si Lancang. “Tapi …, aku adalah emak si Lancang,” jelas perempuan tua itu.

Mendengar kegaduhan di atas geladak, tiba-tiba si Lancang yang diiringi oleh istri-istrinya tiba-tiba muncul dan berkata, “Bohong! Dia bukan emakku. Usir dia dari kapalku,” teriak si Lancang yang berdiri di samping istri-istrinya. Rupanya ia malu jika istri-istrinya mengetahui bahwa wanita tua dan miskin itu adalah emaknya.

“Oh, Lancang …, Anakku! Emak sangat merindukanmu, Nak …,” rintih emak si Lancang. Mendengar rintihan wanita tua renta itu, dengan congkaknya si Lancang menepis, lalu berkata, “manalah mungkin aku mempunyai emak tua dan miskin seperti kamu.” Kemudian si Lancang berteriak, “Kelasi! Usir perempuan gila itu dari kapalku!” Anak buah si Lancang mengusir emak si Lancang dengan kasar. Dia didorong hingga terjerembab. Kasihan sekali Emak Lancang. Sudah tua, sakit-sakitan pula. Sungguh malang nasibnya. Hatinya hancur lebur diusir oleh anak kandungnya sendiri. Dengan hati sedih, wanita tua itu pulang ke gubuknya. Di sepanjang jalan dia menangis. Dia tidak menyangka anaknya akan tega berbuat seperti itu kepadanya.

Sesampainya di rumah, wanita malang itu mengambil lesung dan nyiru pusaka. Dia memutar-mutar lesung itu dan mengipasinya dengan nyiru sambil berdoa, “Ya, Tuhanku. Si Lancang telah kulahirkan dan kubesarkan dengan air susuku. Namun setelah kaya, dia tidak mau mengakui diriku sebagai emaknya. Ya Tuhan, tunjukkan padanya kekuasaan-Mu!”

Dalam sekejap, tiba-tiba angin topan berhembus dengan dahsyat. Petir menggelegar menyambar kapal si Lancang. Gelombang Sungai Kampar menghantam kapal si Lancang hingga hancur berkeping-keping. Semua orang di atas kapal itu berteriak kebingungan, sementara penduduk berlarian menjauhi sungai.

“Emaaak…, si Lancang anakmu pulang. Maafkan aku, Maaak!” terdengar sayup-sayup teriakan si Lancang di tengah topan dan badai. Namun, malapetaka tak dapat dielakkan lagi. Si Lancang dan seluruh istri dan anak buahnya tenggelam bersama kapal megah itu.

Barang-barang yang ada di kapal si Lancang berhamburan dihempas badai. Kain sutra yang dibawa si Lancang dalam kapalnya melayang-layang. Kain itu lalu berlipat dan bertumpuk menjadi Negeri Lipat Kain yang terletak di Kampar Kiri. Sebuah gong terlempar dan jatuh di dekat gubuk emak si Lancang di Rumbio, menjadi Sungai Ogong di Kampar Kanan. Sebuah tembikar pecah dan melayang menjadi Pasubilah yang letaknya berdekatan dengan Danau si Lancang. Di danau itulah tiang bendera kapal si Lancang tegak tersisa. Bila sekali waktu tiang bendera kapal si Lancang itu tiba-tiba muncul ke permukaan danau, maka pertanda akan terjadi banjir di Sungai Kampar. Banjir itulah air mata si Lancang yang menyesali perbuatannya karena durhaka kepada emaknya.

Sejak peritiwa itu, masyarakat Kampar meyakini bahwa meluapnya sungai Kampar bukan saja disebabkan oleh tingginya curah hujan di daerah ini, tetapi juga disebabkan oleh munculnya tiang kapal si Lancang di Danau Lancang. Kabupaten Kampar yang masuk dalam wilayah Propinsi Riau ini, sangat rawan dengan banjir. Hampir setiap tahun Sungai Kampar meluap, sehingga menyebabkan banjir besar yang bisa merendam pemukiman penduduk di sekitarnya.

 

Sumber: seasite.niu.edu

Disadur dari Sabrur. R. Soenardi. Si Lancang. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Adicita Karya Nusa, 2005.

Posted by: pariwaraku | September 6, 2011

AYO MANFAATKAN BARANG BEKAS

Setiap kali mendengar kata barang bekas, yang terbayang adalah barang yang sudah tidak dapat dipakai lagi dan layak untuk dibuang. Padahal, tidak seperti itu.

Banyak hal yang masih bisa dimanfaatkan dari barang yang berpredikat “bekas” tersebut, terutama dari barang-barang yang tidak mudah hancur, seperti plastik.

Botol bekas air mineral contohnya. Botol yang terbuat dari plastik ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, antara lain tempat pensil atau vas bunga.

Caranya pun mudah, anda hanya perlu memotong 1/4 bagian atasnya. Pada 3/4 bagian yang tersisa, anda bisa menutupnya dengan kertas hias, tali kur atau pita beraneka warna. Agar lebih cantik, anda bisa menghias tempat pensil tersebut dengan aneka daun atau bunga imitasi. Bahkan, anda juga bisa memberinya nama dari tali kur dengan warna yang berbeda tentunya.

Bahkan, jika kreatif, dengan bantuan gunting, anda bisa membentuk plastik dari botol atau gelas mineral tadi menjadi kelopak bunga dan merangkainya menjadi tanaman “plastik” dalam satu vas. Agar lebih menarik, anda pun bisa memberikan warna-warna yang atraktif.

Selain botol bekas air mineral, anda juga bisa memanfaatkan plastik bekas detergen atau isi ulang pelembut pakaian. Bahan plastiknya yang kuat dengan warna-warna yang memikat mata, membuatnya cocok dijadikan tas belanja atau payung. Tentu saja dibutuhkan keahlian menjahit di sini. Jika anda pandai merancang, plastik bekas detergen ini juga dapat dijadikan tas laptop yang atraktif.

Koran atau kalender bekas pun bisa menjadi aneka kerajinan tangan yang cantik. Bila anda memerlukan petunjuk, di beberapa toko buku ada yang menjual buku kerajinan tangan yang memang memanfaatkan barang bekas sebagai bahan dasarnya.

Delain dengan mengurangi jumlah sampah, dengan memanfaatkan barang bekas ada banyak hal positif yang bisa didapat.Sumber: Kompas, 5 September 2011

Posted by: pariwaraku | September 5, 2011

SEKEDAR SARAN UNTUK PEMUDIK LEBARAN

Jika menggunakan pesawat terbag atau kapal laut, usahakan jangan turun di tengah perjalanan! Karena pilot atau nahkodanya pasti akan marah berat, apalagi berhenti untuk foto-foto segala.

Jika menggunakan bus, pastikan wujudnya panjang, rodanya besar, dan banyak jendelanya, jika bukan, boleh jadi itu cuma odong-odong doang.

Hati-hati kepada penumpang yang berbaik hati menawarkan makanan atau minuman, usahakan minta “mentah” nya aja deh biar aman!

Hindarkan membawa barang yang tidak perlu, seperti: tangga, lemari es, tv, kasur, dll. Apalagi klosed duduk atau jongkok.

Selamat mudik.

Posted by: pariwaraku | September 5, 2011

PANCASILA 2011

1. Keuanga yang maha kuasa.

2. Korupsi yang adil dan merata.

3. Persatuan mafia hukum Indonesia

4. Kekuasaan yang dipimpin oleh nafsu kebejatan dalam persekongkolan dan kepura-puraan.

5. Kenyamanan sosial bagi seluruh keluarga pejabat dan wakil rakyat.

Posted by: pariwaraku | August 24, 2011

MARI JAGA JIWA KITA…

Konon, penyakit yang diderita oleh tubuh kita berawal dari gangguan pada psikis atau jiwa kita, sekecil apa pun itu. Namun, tentu tak seorang pun mau dikatakan mengalami gangguan jiwa ketika ia mengeluhkan tubuhnya yang sakit.

Menurut sejumlah penelitian yang dilakukan Direktorat Kesehatan Jiwa, Departemen Kesehatan RI, anak-anak muda saat ini semakin cenderung mengalami gangguan jiwa. Faktor penyebab yang paling tinggi yakni narkoba, yang mencapai angka 44 persen. Disusul retardasi mental, disfungsi mental, dan disintegrasi mental.

Sementara hasil survey yang dilakukan oleh The Indonesian Psychiatris Epidemiologic Network pada tahun 2004, pasien gangguan jiwa dari kalangan orang dewasa mencapai 18,5% dari jumlah penduduk, artinya sekitar satu dari lima orang dewasa mengalami gangguan jiwa.

Gangguan jiwa sering dialami oleh situasi social yang terjadi di sekitar kita. Situasi yang menjadi pemicu itu dapat pula disebabkan kebijakan-kebijakan politik sebuah pemerintahan. Semisal, kenaikan harga BBM yang pasti membuat rakyat dilanda stress.

Menurut beberapa sumber, seseorang disebut sehat jiwa bila ia mampu beradaptasi secara konstruktif terhadap factor-faktor penyebab stress (stressor) yang mendera dirinya. Sementara kondisi sakit jiwa ditunjukkan oleh seseorang yang maladaktif atau beradaptasi secara destruktif terhadap stressor.

Kemampuan dan ketahanan dalam beradaptasi inilah yang semestinya menjadi pelajaran seumur hidup seorang manusia. Beberapa sumber di kalangan medis menyebutnya sebagai mekanisme koping. Bila mekanisme ini dijalankan secara konstruktif akan memberikan “kekebalan” pada jiwa seseorang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan beberapa cirri jiwa yang sehat, antara lain dapat menyesuaikan diri  secara konstruktif dam merasakan kepuasan dari usaha nyata. Selain itu, seseorang yang merasa lebih puas member daripada menerima juga dikatakan memiliki jiwa yang sehat.

WHO juga menyatakan, kehidupan antarmanusia yang tolong-menolong dan mengembangkan kasih saying juga menjadi cirri jiwa yang sehat. Yang juga tak kalah penting adalah keinginan untuk memaafkan dan menerima kekecewaan sebagai pelajaran yang berharga pada masa depan.

Sumber: Kompas, Rabu, 24 Agustus 2011

Posted by: pariwaraku | August 24, 2011

Mengatasi Sakit Telinga Saat Penerbangan

Sakit telinga saat pesawat akan lepas landas atau ketika mendarat yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Ketahui bagaimana mengatasi sakit telinga saat bepergian dengan pesawat terbang.Gangguan yang terjadi di telinga ketika menggunakan transportasi pesawat terbang disebabkan karena adanya tekanan yang tidak sama antara kedua gendang telinga. Seseorang akan merasa adanya penyumbatan atau gendang telinga yang menutup saat pesawat akan mendarat.Pada telinga manusia ada ruang kecil di telinga tengah dan dibelakang gendang telinga yang biasanya diisi oleh udara. Ruang udara ini akan terhubung ke bagian belakang hidung melalui saluran kecil yang disebut tabung Eustachian. Udara di kedua sisi gendang telinga ini harus berada pada tekanan yang sama sehingga menciptakan lingkungan yang baik untuk mendengar. Jika keseimbangan ini terganggu, maka akan mengalami masalah telinga.Saat pesawat akan mendarat, maka tekanan udara akan menjadi lebih tinggi sehingga gendang telinga didorong ke arah dalam dan menimbulkan rasa sakit atau telinga seperti budek. Satu-satunya cara agar kondisi kembali normal adalah meninggikan tekanan di telinga bagian tengah dengan cepat.Dikutip dari eHow, Selasa (20/7/2010) ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa sakit di telinga ketika bepergian dengan pesawat terbang, yaitu:

1. Jika mengalami alergi atau infeksi saluran pernapasan atas, sebaiknya mintalah rekomendasi dari dokter untuk mengonsumsi obat decongestan. Karena kondisi ini menyebabkan penyumbatan di tabung eustachian. Konsumsi obat ini 45 menit sebelum pesawat lepas landas sehingga memberikan waktu bagi obat untuk bekerja.

2. Bawalah sebungkus permen karet dan mengunyahnya selama pesawat lepas landas dan juga mendarat. Hal ini akan membantu menjaga tabung eustachian tetap terbuka dan membantu menormalkan tekanan di sekitar gendang telinga.

3. Jika tidak ada permen karet bisa dengan cara menutup hidung dengan tangan dan mulut, lalu cobalah untuk meniup udara keluar dari hidung tanpa melepaskan tangan yang menutup hidung.

4. Jika penerbangannya jarak jauh, pastikan untuk bangun dari tidur sebelum pesawat mendarat karena tabung eustachian tidak akan efektif terbuka selama tidur.

5. Usahakan untuk terus minum atau menelan setiap 15-30 detik.

6. Cobalah menggunakan penutup telinga baik yang terbuat dari busa atau kapas, karena alat ini akan menjaga tekanan sehingga tidak mengganggu keseimbangan di gendang telinga.

7. Usahakan untuk menghindari penerbangan jika sedang menderita flu, karena akan akan memudahkan penyumbatan di tabung eustachian serta membuat seseorang sulit bernapas.

8. Pada kasus tertentu dan jarang terjadi, terkadang sakit telinga masih terasa meskipun sudah keluar dari pesawat. Kemungkinan terjadi akibat pembuluh darah kecil di telinga yang pecah sehingga menyebabkan pembengkakan.

sumber : blog populer.com

http://muisalilamsyah.wordpress.com/category/kesehatan/

 

 

Older Posts »

Categories